• Rukun Umroh

    Umrah terdiri dari empat praktik penting. Pertama, ganti pakaian Ihram sebelum Miqat, melakukan du’a rakaat salat dan Niat saat mendekati Miqat, setelah itu membaca Talbiyah secara berulang-ulang. Kedua, melakukan Tawaf Umrah di Ka’bah dilanjutkan dengan Salat du’a Rakaat, sebaiknya di dekat Maqam Ibrahim. Ketiga, melakukan Sa’i di Safa dan Marwa. Terakhir, mencukur (Halq) atau memendekkan (Taqsir) rambut agar dapat meninggalkan keadaan Ihram dan menyelesaikan Umrah.

    Ihram

    Artikel utama: Ihram
    Baca artikel ini agar lebih paham mengenai Ihram dan larangannya.

    Bersih Secara Fisik

    Sebelum memakai pakaian Ihram, jagalah kebersihan diri dengan memotong kuku dan mencukur rambut di bawah ketiak dan di bawah pusar. Kemudian dianjurkan untuk mandi wajib, sebagai satu sunnah yang sangat ditekankan bagi mereka yang berniat untuk berIhram. Jika tidak bisa mandi wajib, maka berwudhu saja sudah cukup. Pria boleh menggunakan attar/parfum di kepala/jenggot mereka, yang penting tidak mengenai pakaian Ihram. Lakukan semuanya di rumah sebelum penerbangan (jika berangkat dengan pesawat).

    Pakaian Ihram

    Selanjutnya berganti pakaian dengan pakaian Ihram, dimana untuk pria terdiri dari du’a lembar kain putih, bersih yang biasanya polos tanpa dijahit. Kain yang dililitkan ke pinggang dan menutupi tubuh bagian bawah dikenal sebagai Izar dan kain yang menutupi tubuh bagian atas seperti selendang dikenal sebagai rida. Sandal tidak boleh menutupi tumit dan pergelangan kaki. Mazhab Hanafi juga menetapkan bahwa bagian atas kaki juga harus tetap terbuka.

    Pastikan mengenakan pakaian Ihram sebelum menyeberangi Miqat yang telah ditentukan. Anda mungkin akan berangkat ke Arab Saudi dengan pesawat, jadi disarankan untuk mengganti pakaian Ihram di bandara sebelum keberangkatan atau saat transit jika ada pemberhentian. Check in terlebih dahulu dan ganti pakaian di ruang ibadah atau kamar mandi. Sebagai alternatif, bisa juga mengenakan pakaian Ihram saat penerbangan, namun perlu diingat bahwa kamar mandi pesawat biasanya sangat terbatas dan mungkin ada banyak orang yang berniat melakukan hal yang sama saat sudah mendekati Miqat. Jika memutuskan untuk ganti pakaian Ihram di pesawat, gantilah setidaknya satu jam sebelum Miqat dilintasi.

    Artikel utama: Miqat

    Boleh menunda niat hingga mendekati Miqat. Sebelum melintas, tanggalkan semua pakaian yang mungkin masih dikenakan dan melanggar ketentuan Ihram, seperti kaus kaki, penutup kepala, dan pakaian dalam.

    Wanita tidak diharuskan untuk mengikuti aturan berpakaian tertentu. Pakaian yang dikenakan yang penting pakaian Islami yang menutup aurat, sopan, dan normal dengan hijab atau penutup kepala warna apa saja. Tangan dan wajah tetap tampak meski boleh pakai kaus kaki.

    Catatan: jika Anda pergi ke Madinah sebelum ke Mekkah, maka pada kondisi ini tidak perlu berIhram. Anda akan melakukannya setelah berada di Madinah.

    Salat al-Ihram

    Disunnahkan untuk melakukan du’a rakaat sebelum masuk ke dalam keadaan Ihram. Hal ini dapat dilakukan setelah berganti pakaian di bandara atau saat penerbangan sebelum melintasi Miqat asalkan ada fasilitas salat di dalam pesawat. Lakukanlah salat dengan niat melakukan du’a raka’at nafar untuk Ihram.

    Karena Anda belum berada dalam kondisi spiritual Ihram, salat dapat dilakukan dengan kepala tertutup. Dianjurkan untuk membaca Surat al-Kafirun (Surat ke-109) pada Rakaat pertama dan Surat al-Ikhlas (Surat ke-112) pada Rakaat kedua, meskipun boleh membaca Surat lain. Jangan lupa untuk berdoa setelah Salat ini.

    Niat

    Niat untuk Umrah harus dilakukan di Miqat atau dekat dengan Miqat saat bergerak ke arahnya. Idealnya, Anda boleh menunda niat hingga saat-saat terakhir supaya tidak dibatasi oleh larangan-larangannya lebih lama dari yang seharusnya. Disunnahkan (Mustahab) agar berniat secara lisan, dan juga mengulanginya dalam hati.

    Berikut ini adalah tiga contoh niat umroh yang dapat diucapkan dalam bahasa Arab:

    لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ عُمْرَةً
    Labbaika Allāhumma ‘umratan.

    Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah umrah.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُرِيدُ الْعُمْرَةَ
    Allāhumma innī urīdu l-‘umrata.

    Ya Allah, Aku berniat untuk menunaikan ibadah umrah.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَيَسِّرْهَا لِي وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ
    Allāhumma innī urīdu l-‘umrata fa yassirhā lī wa taqabbalhā minnī.

    Ya Allah, aku berniat untuk menunaikan ibadah umrah, maka terimalah ibadah tersebut dariku dan mudahkanlah bagiku.

    Talbiyah

    Setelah melakukan Niat, Anda harus membaca Talbiyah untuk mengesahkan niat dan masuk ke dalam kondisi Ihram. Pengucapan Talbiyah hukumnya wajib menurut mazhab Hanafi dan Maliki. Mazhab Syafi’i dan Hambali menganggapnya sebagai sunnah.

    Anda harus membaca Talbiyah setidaknya satu kali setelah mengikrarkan niat Umroh. Jika gagal melakukannya, maka akibatnya Umrah tidak sah!

    Metode sunnah dalam mengucapkan Talbiyah adalah dengan berhenti sejenak di empat tempat, yang ditandai dengan tanda hubung. Doanya dibaca seperti di bawah ini:

    لَبَّيْكَ اللهُمَّ لَبَّيْكَ – لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ – إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ – لَا شَرِيكَ لَكَ –

    Labbaika Allāhumma labbaik(a), labbaika lā syarīka laka labbaik(a), innal ḥamda wanni’mata, laka wal mulk(a), lā syarīka lak(a).

    Aku datang memenuhi panggilanmu, Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanyalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.

    Artikel utama: Talbiyah

    Setelah mengucapkan Talbiyah, kemudian Anda berada dalam keadaan Ihram dan dikenal sebagai Muhrim. Pastikan Anda paham dengan betul larangan-larangan Ihram dan pastikan tidak melanggar aturannya. Jika aturan Ihram dilanggar, Damm atau Sedekah akan diwajibkan sebagai penebusan dosa.

    Artikel utama: Pelanggaran & Penalti

    Dianjurkan untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ setelah membaca Talbiyah dan berdoa untuk diri sendiri dan orang lain. Lanjutkan membaca Talbiyah selama sisa perjalanan hingga Anda mencapai salah satu pintu Masjidil Haram sebelum melakukan Tawaf.

    Kota Suci Makkah

    Kota Suci Makkah merupakan area suci yang membentang beberapa mil di sekitar Masjidil Haram ke segala arah. Di area ini, dilarang untuk:

    • Memangkas atau merusak rumput, menebang pohon, atau jenis tumbuhan lainnya.
    • Membahayakan atau membunuh hewan liar. Termasuk menakut-nakuti merpati dan burung lainnya.
    • Membawa senjata.
    • Berkelahi atau berperilaku yang akan melanggar kesucian area ini.

    Meskipun Anda tidak mungkin melanggar salah satu dari peraturan tersebut, ingatlah kesucian Makkah.

    Catatan: Jika Anda berniat untuk melakukan Umrah tambahan di kemudian hari, Anda harus melakukan Ihram di luar batas Tanah Suci sebelum kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan Umrah. Banyak yang memilih untuk berIhram di Masjid Aisyah yang merupakan lokasi terdekat dan paling nyaman dari Masjidil Haram. Transportasi untuk menuju ke sana tersedia di dekat masjid.

    Memasuki Makkah

    Ketika mendekati Tanah Suci, teruslah membaca Talbiyah, berdzikir dan kirimkan Salawat kepada Nabi ﷺ. Saat memasuki Tanah Suci diajurkan untuk membaca doa berikut ini:

    اللّٰهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ ❁ وَأَمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ❁ وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ.

    Allāhumma hādzā ḥaramuka wa amnuka fa ḥarrimnī ʿalā-n-Nār, wa amminnī min ‘adzābika yauma tab’atsu ‘ibādak(a), wa j’alnī min auliyā’ika wa ahli ṭhā’atik(a).

    Ya Allah, ini adalah tanah suci-Mu dan negeri aman-Mu, maka jauhkanlah aku dari api neraka, selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah aku salah satu kekasih-Mu dan salah satu dari orang-orang yang menaati-Mu.

    Setelah tiba di penginapan Anda di Makkah, Anda mungkin ingin menyegarkan diri atau beristirahat sebelum menuju Masjid Haram untuk melakukan Tawaf Umrah. Jika mandi, pastikan tidak menggunakan barang apa pun yang dilarang dalam keadaan Ihram, misalnya sabun atau sampo beraroma. Disarankan untuk sesegera mungkin datang ke Masjid Haram.

    Jika sudah siap, tentukan barang apa saja yang ingin dibawa, jaga-jaga karena takutnya ada pencuri yang beroperasi di dalam masjid.

    Saran: Sebaiknya bawa tas serut untuk menyimpan sendal atau sepatu. Selalu bawa bersama Anda agar tidak hilang diambil orang.

    Memasuki Masjidil Haram

    Disunnahkan untuk memasuki Masjidil Haram melalui Bab al-Salam (Gerbang Perdamaian). Walaupun mungkin tidak bisa karena pihak berwenang telah menetapkan pintu masuk ke Masjid untuk para jamaah yang melakukan umrah. Jika tidak bisa, Anda dapat melanjutkan melalui pintu lain. Melangkahlah dengan kaki kanan terlebih dahulu dan bacalah doa memasuki masjid. Boleh membaca salah satu atau kedua doa di bawah ini:

    .بِسْمِ اللهِ ❁ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ❁ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Bismi Llāh. Allāhumma ṣalli alā Muhammad. Allāhummaghfirlī waftaḥlī abwāba raḥmatik.

    Dalam nama Allah, kirimkan shalawat kepada Muhammad ﷺ. Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu.

    أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ ❁ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ ❁ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ ❁ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A’ūdzu billāhil ‘Aẓhīm, wa biwajhihil-karīm, wa sulṭhānihil-qadīm, minasyaithānir-rajīm.

    Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan Kerajaan-Nya Yang Maha Kuasa dari Setan yang tertolak.

    Catatan:

    • Jangan melakukan Tahiyatul Masjid (doa untuk menyambut masjid) jika Anda berniat melakukannya; Tawaf sudah cukup sebagai “salam” untuk Masjidil Haram.
    • Jika tidak berniat untuk segera Tawaf, bisa melakukan Tahiyatul Masjid.
    • Di Masjidil Haram, siapa pun boleh berjalan lewat depan orang yang sedang melaksanakan Salat. Tapi, jangan juga berjalan di tempat mereka akan sujud.

    Pandangan Pertama Ka’bah

    Setelah memasuki masjid, jaga agar pandangan tetap rendah hingga Anda sampai ke area mataf, yang merupakan ruang terbuka dimana tempat Tawaf berlangsung. Jika sudah siap, dengan kerendahan hati, kekaguman dan rasa hormat, angkatlah pandangan Anda untuk melihat pemandangan Ka’bah yang luar biasa.

    Saat melihat Ka’bah untuk pertama kalinya, angkat tangan dan berdoalah dengan penuh konsentrasi dan ketulusan karena ini adalah salah satu tempat di mana doa-doa dikabulkan. Ingatlah untuk membaca shalawat kepada Nabi ﷺ ketika berdoa. Umar bin Khattab I meriwayatkan:

    Doa digantung di antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat ke atas hingga kalian bershalawat kepada Nabi kalian ﷺ.
    [HR. Tirmidzi]

    Imam Abu Hanifah I akan menggunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada Allah agar dia termasuk orang yang doanya selalu diterima.

    Ucapkanlah kalimat-kalimat berikut ini sebanyak tiga kali:

    اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اللّٰهُ أَكْبَرُ . لَآ اِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ

    Allāhu akbar. Allāhu akbar. Lā ilāha illa-llāh.

    Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah.

    Disunnahkan untuk membaca doa-doa berikut ini:

    اللّٰهُمَّ زِدْ أَهْلَ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفاً وَتَعْظِيماً وَتَكْرِيماً وَمَهَابَةً ❁ وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفاً وَتَكْرِيماً وَتَعْظِيماً وَبِرّاً

    Allāhumma zid hādzāl-Bayta tasyrīfan wa ta’ẓhīman wa takrīman wa mahābatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu mimman ḥajjahu awi-‘tamarahu tasyrīfan wa takrīman wa ta’ẓīman wa birrā.

    Ya Allah, tingkatkanlah Baitullah ini dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan. Dan tambahkanlah pula orang-orang yang memuliakan dan menghormatinya – yaitu orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah – kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan.

    اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ ❁ حَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ.

    Allāhumma Antas-Salāmu wa minkas-salām, ḥayyinā Rabbanā bis-salām.

    Ya Allah, Engkaulah Keselamatan dan dari Engkaulah Keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.

    Berzikirlah, berdoalah dan terus kirimkanlah shalawat kepada Nabi ﷺ sebanyak-banyaknya di sini. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebelum memulai Tawaf, terutama jika hal ini merupakan kali pertamanya Anda melihat Ka’bah.

    Tawaf Umrah

    Artikel utama: Tawaf

    Agar Tawaf dianggap sah, diperlukan hal-hal berikut ini:

    Jemaah haji melakukan Tawaf al-Ziyarah
    Jamaah haji melakukan Tawaf
    1. Melakukan Tawaf itu sendiri.
    2. Berniat (secara lisan atau dalam hati).
    3. Melakukan Tawaf di Masjidil Haram.
    4. Berwudhu dan bebas dari segala hal yang mengharuskan mandi besar, misalnya haid.
    5. Menutupi aurat.
    6. Memulai Tawaf dari Hajar Aswad.
    7. Bergerak ke arah berlawanan arah jarum jam.
    8. Menghindari Hatim (area setengah lingkaran di luar Ka’bah).
    9. Melakukan Tawaf dengan berjalan kaki, bagi mereka yang mampu.
    10. Melakukan tujuh putaran.
    11. Melaksanakan du’a Rakaat Salat setelah Tawaf.

    Persiapan

    Pastikan dalam keadaan wudhu dan jika Anda seorang pria, buka bahu kanan Anda dengan melilitkan kain Ihram bagian atas di bawah ketiak kanan, kemudian selendangkan kain tersebut di bahu kiri (Idtiba).

    Titik Awal

    Tawaf dimulai dari Hajar Aswad
    Tawaf dimulai dari Hajar Aswad

    Posisikan diri sejajar dengan sudut Ka’bah di mana Hajar Aswad berada. Sudut ini adalah sudut yang menghadap ke satu menara (tiga sudut lainnya menghadap ke du’a menara). Ada lampu hijau di dinding Masjid di seberang Ka’bah yang menunjukkan dari mana Tawaf dimulai. Ini adalah titik awal dari setiap shawt (putaran). Berdirilah tepat sebelum titik awal ini dengan menghadap Ka’bah dan pastikan Hajar Aswad berada di sisi kanan.

    Niat

    Seperti halnya ibadah lainnya, niatkanlah Tawaf semata-mata hanya untuk Allah. Anda juga dapat memohon agar Tawaf Anda diterima dan dimudahkan. Dapat membaca kalimat-kalimat berikut ini:

    Ya Allah, aku berniat melaksanakan Tawaf Umrah Ka’bah untuk-Mu dan semata-mata hanya karena-Mu. Terimalah ibadah ini dariku dan mudahkanlah aku.

    Anda dapat mengucapkan niat berikut ini, yang menggunakan bahasa Arab:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُرِيدُ طَوَافَ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فَيَسِّرْهُ لِي وَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ
    Allāhumma innī urīdul-ṭawwafa baitikal-ḥarāmi fa yassirhu lī wa taqabbalhu minnī.

    Ya Allah, aku berniat untuk melaksanakan Tawaf di Masjidil Haram, maka terimalah niatku dan mudahkanlah aku.

    Niat tidak harus selalu dalam bentuk verbal.

    Mencium, Menyentuh, atau Memberi Hormat kepada Hajar Aswad (Istilam)

    Meskipun mencium Hajar Aswad sangat mulia, jangan sampai menyakiti orang lain di sekitar Anda dalam upaya meraihnya.

    • Mencium – Jika Anda mencapai Hajar Aswad, letakkan kedua tangan di atasnya, letakkan wajah Anda di antara kedua tangan Anda, ucapkan “bismi lillāhi wallāhu akbar (ِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ)” dan ciumlah dengan lembut. Beberapa ahli mengatakan bahwa lebih baik menciumnya tiga kali jika ada kesempatan.
    • Menyentuh – Jika Anda berada dalam jarak yang dapat dijangkau tetapi tidak dapat menciumnya, sentuhlah dengan tangan Anda dan ciumlah tangan Anda.
    • Memberi hormat – Jika tidak memungkinkan untuk mencapai batu, seperti halnya kebanyakan orang, lakukan Istilam simbolis dari jauh dengan menghadap langsung ke Hajar Aswad dan mengangkat tangan ke daun telinga (seperti yang kita lakukan saat di awal salat). Pastikan telapak tangan juga menghadap ke arahnya, seolah-olah wajah dan tangan Anda berada di atas Hajar Aswad dan ucapkan “bismi lillāhi wallāhu akbar (ِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ).” Anda dapat mencium telapak tangan Anda jika berkenan.

    Jika Anda memutuskan untuk mencoba mencium atau menyentuh Hajar Aswad, Anda perlu tahu bahwa pengalaman ini bisa jadi cukup intens. Karena banyaknya orang yang berkumpul di sekitarnya, sering kali terjadi saling senggol dan dorong, yang berpotensi menyebabkan cedera. Hampir tidak mungkin mencapai Hajar Aswad tanpa harus memaksa melewati orang-orang yang berlomba-lomba untuk mencapai batu suci tersebut.

    Doa berikut ini, doa dari Ali I, dapat dibaca ketika berada sejajar dengan Hajar Aswad di setiap putaran:

    سْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اَللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ ❁ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ❁ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدْ

    Bismi Llāhi wa Llāhu akbar, Allāhumma īmānan bika wa taṣdīqan bi kitābika wa wafā’an bi ahdika wattibā’an li sunnati nabiyyika Muḥammadin ﷺ.

    Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, karena keimanan kepada-Mu, keyakinan terhadap kitab-Mu, pemenuhan perjanjian-Mu dan meneladani sunnah Nabi-Mu ﷺ.

    Bentuk-bentuk dzikir lain seperti Tahlil (lā ilāha illā Allāh) dan Shalawat kepada Nabi ﷺ juga dapat diucapkan pada saat ini.

    Memulai Tawaf

    Berbeloklah ke kanan dan mulailah putaran pertama Tawaf, dengan memastikan Ka’bah berada di sebelah kiri. Lanjutkan dengan putaran berlawanan dengan arah jarum jam dan hindari berjalan melalui Hijr Ismail. Jika melewatinya, putaran tidak akan dihitung dan harus diulang.

    Raml

    Dalam tiga putaran pertama, pria harus melakukan Raml, yang merupakan latihan berjalan cepat, mengangkat kaki dengan kuat, dan membusungkan dada. Namun, jika terjadi kemacetan, yang kemungkinan besar akan terjadi jika Anda lebih dekat dengan Ka’bah, lakukanlah sunah ini hanya jika Anda yakin tidak akan membahayakan atau merepotkan orang lain. Saat sedang ramai, kemungkinan tidak bisa melakukannya.

    Dzikir & Doa

    Selama Tawaf, Anda dapat membaca doa dan permohonan yang Anda inginkan. Doa diterima selama Tawaf, jadi manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya dan ingatlah Allah dengan tulus dan penuh pengabdian. Memang disarankan untuk tidak membaca dari buku Doa, terutama jika Anda tidak mengerti bahasa Arab. Imam Ibnu Hibban V berkata:

    Menentukan sebuah doa akan menghilangkan momen tersebut, karena dengan doa-doa tertentu, seseorang hanya akan mengulang-ulang kata-kata, sedangkan kesempatan ini adalah untuk doa apa saja dan untuk mengingat Tuhan dengan kerendahan hati dan ketulusan.

    Oleh karena itu, Anda harus berdoa dalam bahasa apa pun dan dengan cara apa pun yang Anda sukai. Jika Anda ingin membuat doa-doa yang ada dalam Al-Qur’an dan doa-doa Nabi selama Tawaf, berusahalah untuk menghafal dan mempelajari artinya. Membaca Al-Quran dan mengirimkan shalawat kepada Nabi ﷺ selama Tawaf juga dianjurkan.

    Rukun Yamani

    Al-Rukn al-Yamani
    Al-Rukn al-Yamani

    Setelah sampai di Rukn al-Yamani (Rukun Yamani), sudut sebelum Hajar Aswad, sentuhlah Hajar Aswad dengan tangan kanan atau kedua tangan Anda dan ucapkan “Allāhu akbar (اللّٰهُ أَكْبَرُ)” jika Anda berhasil mendekat. Jika terlalu bedesakan, seperti yang mungkin terjadi, lanjutkan tanpa mengucapkan takbir atau memberi isyarat ke arahnya.

    Disunnahkan untuk membaca doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanatan wafil-ākhirati ḥasanatan waqinā ‘adzāban-nār.

    Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
    [Surat Al-Baqarah, 2:201]

    Imam Syafi’i V merekomendasikan doa ini untuk dibaca sepanjang Tawaf.

    Akhir Putaran di Hajar Aswad

    Kembali ke Hajar Aswad menandai selesainya satu putaran. Mulailah rukun kedua dengan melakukan Istilam Hajar Aswad seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dan ucapkan “Allāhu akbar (اللّٰهُ أَكْبَرُ)”. Anda harus mengucapkan Allāhu akbar saat melakukan Istilam di semua putaran berikutnya. Anda akan melakukan Istilam sebanyak delapan kali selama Tawaf; satu kali sebelum memulai Tawaf dan satu kali di akhir setiap tujuh putaran.

    Selama Tawaf

    Tawaf harus diselesaikan secara berkesinambungan tanpa terputus-putus di antara putarannya. Namun, jika salat berjamaah akan dimulai, Anda harus bergabung dengan jemaah dan melanjutkan Tawaf Anda dari posisi di mana Anda berhenti. Putarannya tidak perlu diulang. Aturan ini juga berlaku jika Anda perlu mengulangi wudhu.

    Menyelesaikan Tawaf

    Lanjutkan dengan cara yang sama hingga menyelesaikan tujuh putaran. Melakukan Istilam di awal Tawaf dan di akhir adalah sunah yang sangat ditekankan dan melakukan Istilam pada enam kesempatan lainnya adalah hal yang diinginkan.

    Jika Anda berada dalam keadaan Idtiba, tutuplah bahu dengan Ihram.

    Salat

    Maqam Ibrahim
    Maqam Ibrahim

    Setelah menyelesaikan Tawaf, lakukan du’a rakaat salat, sebaiknya dalam posisi di mana Maqam Ibrahim berada di antara Anda dan Ka’bah. Namun, perlu diingat bahwa karena Maqam Ibrahim terletak di dalam mataf, sering kali tidak ada tempat bagi jemaah yang melakukan Tawaf untuk bergerak, kecuali di sekitar dan benar-benar rebutan dengan jemaah yang sedang berdoa di luar Maqam Ibrahim, yang mengakibatkan banyak sekali kemacetan. Jika tidak memungkinkan untuk melaksanakan salat di sana karena berdesak-desakan, salat dapat dilakukan di mana saja di Masjidil Haram.

    Ketika bergerak ke tempat di mana Anda berniat untuk salat du’a Raka’at, dianjurkan untuk melafalkan ayat berikut ini:

    وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

    Wattakhidhu min maqāmi Ibrāhīma muṣalla.

    Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat Salat.
    [Surat al-Baqarah, 2:125]

    Disunnahkan untuk membaca Surat al-Kafirun (Surat ke-109) pada raka’at pertama dan Surat al-Ikhlas (Surat ke-112) pada raka’at kedua, setelah Surat al-Fatihah. Pastikan banyak berdoa setelah menyelesaikan salat.

    Zamzam

    Air Zamzam tersedia di seluruh Tanah Haram
    Air Zamzam tersedia di seluruh Tanah Suci

    Setelah selesai Salat dan berdo’a, minumlah air Zamzam sepuasnya yang tersedia di sekitar area Tawaf dan dari berbagai air mancur dan dispenser di Masjidil Haram. Pintu masuk ke sumur tua Zamzam telah ditutupi agar lebih banyak ruang untuk melakukan Tawaf.

    Nabi SAW bersabda: “Air Zamzam diminum untuk tujuan apa saja.” Sebelum meminum air Zamzam, niatkanlah bahwa konsumsinya akan menjadi sarana untuk memenuhi keinginan Anda, apakah itu kesehatan yang baik, kesuksesan di dunia, atau perlindungan dari siksa kubur. Ketika meminum air, disunahkan untuk berdiri dan menghadap Ka’bah, mengucapkan Bismillah, berhenti sejenak untuk mengambil nafas sebanyak tiga kali, dan mengucapkan Alhamdulillah setelah selesai. Anda juga bisa mengoleskannya pada wajah dan tubuh. Anda dapat membaca doa berikut setelah meminum air tersebut:

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ رِزْقًا وَاسِعًا وَ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

    Allahumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’an, wa rizqan wāsi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan, wa shifā’an min kulli dā’.

    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang berlimpah dan kesembuhan dari segala penyakit.

    Anda juga dapat melakukan doa lain yang Anda pilih karena ini adalah tempat lain dimana Doa diterima.

    Multazam

    Para peziarah berpegangan pada dinding Ka'bah
    Para peziarah berpegangan pada dinding Ka’bah

    Setelah selesai meminum air Zamzam, Anda dapat melanjutkan ke Multazam yang merupakan area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

    Multazam hampir tidak mungkin dikunjungi selama musim haji karena banyaknya orang yang berkumpul. Namun, kadang-kadang dapat diakses selama bagian lain dalam setahun.

    Jika memungkinkan untuk mencapai Multazam, angkat tangan Anda di atas kepala, berpeganganlah pada dinding dan tekan dada dan pipi Anda ke dinding. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan merupakan tempat lain di mana doa-doa diterima, jadi Anda harus memanjangkan doa-doa Anda di sini.

    Jika Anda tidak dapat mencapai Multazam karena kerumunan, Anda dapat menghadap dan berdoa dari kejauhan.

    Sa’i

    Artikel utama: Sa’i

    Merupakan sunah untuk melakukan Sa’i segera setelah Tawaf, meskipun Anda dapat beristirahat sejenak jika perlu. Jika Anda merasa lelah setelah Tawaf atau kaki Anda terasa sakit, Anda dapat beristirahat sampai merasa siap. Ingat, Anda akan menempuh jarak lebih dari tiga kilometer selama Sa’i, jadi pastikan Anda memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikan ritual ini sebelum memulainya.

    Agar Sa’i dianggap sah, diperlukan hal-hal berikut ini:

    1. Melakukan Sa’i itu sendiri.
    2. Telah berIhram sebelum melakukan Sa’i.
    3. Tetap dalam keadaan Ihram sampai Sa’i selesai.
    4. Melakukan Sa’i pada waktu yang tepat.
    5. Memulai Sa’i di Safa dan menyelesaikannya di Marwa.
    6. Melakukan Sa’i setelah melakukan Tawaf.
    7. Melakukan Sa’i dengan berjalan kaki, kecuali jika Anda memiliki alasan yang sah.
    8. Melakukan tujuh putaran.
    9. Menempuh jarak penuh antara Safa dan Marwa.

    Istilam Hajar Aswad

    Sebelum Sa’i, disunnahkan untuk melakukan Istilam Hajar Aswad untuk terakhir kalinya. Ini akan menjadi yang kesembilan kalinya, setelah delapan kali Anda melakukan Istilam selama Tawaf.

    Jika Anda lupa melakukan Istilam, atau merasa sulit untuk kembali ke garis Hajar Aswad karena berdesak-desakan atau kelelahan, Anda bisa melewatkannya. Namun, Anda dapat melakukan Istilam di mana saja di Masjidil Haram, selama Anda menghadap ke Hajar Aswad.

    Lanjutkan ke Safa

    safa-sign
    Tanda yang menunjukkan lokasi Safa

    Lanjutkan ke bukit Safa, yang terletak di dalam Masjidil Haram, sejajar dengan Hajar Aswad. Ada tanda-tanda yang menunjukkan di mana lokasinya. Ketika Anda mendekati Safa, disunnahkan untuk membaca doa-doa berikut ini:

    ِإِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ

    Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā’irillāh(i).

    Sesungguhnya Safa dan Marwa sebagian syiar (agama) Allah.
    [Surat al-Baqarah, 2:158]

    Kemudian ucapkan:

    أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ

    Abda’u bimā bad’allahu bihi.

    Aku memulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah.

    Ini hanya boleh diucapkan sekali sebelum Sa’i dan bukan di awal setiap putaran.

    Bukit Safa yang sekarang tertutup
    Bukit Safa sekarang tertutup

    Berdoa di Safa

    Sesampainya di bukit Safa, menghadaplah ke arah Ka’bah dan angkat tangan Anda untuk berdoa. Pandangan Anda terhadap Ka’bah mungkin akan terhalang, jadi tebaklah lokasinya dan menghadaplah ke arah ini. Jangan mengangkat tangan hingga ke daun telinga atau memberi isyarat ke arah Ka’bah seperti yang Anda lakukan saat Tawaf. Anda dapat mengucapkan Takbir (Allāhu akbar), Tahlil (lā ilāha illā Allāh) dan kirimkan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Disunnahkan untuk membaca doa berikut ini:

    اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

    Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, walillāhil-ḥamd.

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.

    لَآ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ❁ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ❁ يُحْيِي وَيُمِيتُ ❁ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah(u), lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumīt(u), wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

    Tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kuasa, dan bagi-Nyalah segala puji. Dia-lah yang hidup dan tidak akan mati mati dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ ❁ اَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اَلْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

    Lā ilāha illallāhu waḥdah(u), anjaza wa’dahu wa naṣara ‘abdahu wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

    Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dia memenuhi janji-Nya, mendukung hamba-Nya dan mengalahkan konfederasi sendirian.

    Setelah membaca doa ini, Anda dapat membaca doa Anda sendiri. Bacalah doa tersebut sebanyak tiga kali, dengan membaca doa Anda sendiri di sela-sela setiap doa, seperti yang disunahkan oleh Nabi ﷺ.

    Lanjutkan ke Marwa

    Dari Safa, berjalanlah ke arah Marwa. Di antara Safa dan Marwa, Anda akan menemukan du’a set lampu neon hijau yang berjarak sekitar 50 meter, yang menandakan jarak yang ditempuh Hajar untuk mencapai tempat yang lebih tinggi. Kedua penanda ini dikenal sebagai Milayn al-Akhdharayn (dua tonggak hijau). Di antara kedua lampu ini, pria disunnahkan untuk lari kecil, sementara wanita dapat berjalan dengan kecepatan biasa.

    Lampu hijau
    Lampu neon hijau yang menunjukkan ke mana Hajar berlari untuk mencapai tempat yang lebih tinggi

    Dzikir & Doa

    Tidak ada dzikir atau doa yang telah ditetapkan untuk dibaca selama Sa’i. Jadi, silakan membaca doa atau membuat permohonan apa pun yang dipilih dan kirimkan Salawat kepada Nabi ﷺ.

    Berdoa di Marwa

    Saat mencapai bukit Marwa, menghadaplah ke arah Ka’bah, angkat tangan untuk berdoa dan ulangi doa yang sama dengan yang diucapkan di Safa.

    Satu putaran Sa’i selesai. Kembali ke Safa dianggap sebagai putaran kedua.

    Akhir Sa’i

    Ulangi prosedur ini hingga lengkap tujuh putaran, di mana Anda akhirnya akan berada di bukit Marwa.

    Tanda yang menunjukkan akhir dari Sa’i

    Doa dan Salat

    Dianjurkan untuk melakukan doa terakhir di sini dan juga melakukan du’a rakaat Nafar di Masjidil Haram setelah Sa’i.

    Meninggalkan Tanah Suci

    Ketika Anda meninggalkan Masjid Haram, melangkahlah keluar dengan kaki kiri Anda dan bacalah doa pulang umroh berikut ini, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ ketika meninggalkan masjid:

    بِسْمِ اللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَّامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ ❁ اَللَّهُمَّ إَنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Bismillāhi, waṣ-ṣalātu waṣalāmu ʿalā rasūlillāh. Allāhumma innī as’aluka min faḍlik.

    Dengan menyebut nama Allah, dan shalawat serta salam atas Rasulullah. Ya Allah, aku memohon karunia-Mu.

    Halq atau Taqshir

    Setelah Sa’i, Anda harus mencukur rambut (Halq) atau memangkas setidaknya 2 cm (Taqsir) untuk meninggalkan keadaan Ihram dan menyelesaikan Umrah. Akan tetapi, lebih baik bagi seorang pria untuk mencukur habis kepalanya.

    Wanita hanya boleh memangkas rambut.

    Ada sejumlah tempat pangkas rambut berlisensi di Mekkah, yang buka 24 jam sehari dan umumnya hanya tutup pada waktu Salat. Terdapat banyak tempat pangkas rambut di Zamzam Towers, kompleks perbelanjaan Hilton dan al-Safwa Towers. Anda juga akan melihat banyak tukang cukur yang berada di luar pintu Marwa setelah selesai melakukan Sa’i.

    Sebagai alternatif, Anda boleh mencukur atau memangkas rambut sendiri agar dapat keluar dari keadaan Ihram.

    Selamat atas ibadah umroh Anda!

    Anda kini bebas dari batasan Ihram dan dapat berganti pakaian biasa. Jika Anda berencana untuk Umrah lagi, Anda harus melakukan perjalanan ke batas Tanah Suci untuk sekali lagi masuk ke dalam Ihram. Sebagian besar jemaah haji memilih untuk berIhram di Masjid Aisyah yang merupakan lokasi terdekat dan paling nyaman dari Masjidil Haram. Taksi tersedia di dekat masjid.

    Add comment

    Topics